- Back to Home »
- Buku »
- Menyingkap Hati Menghampiri Ilahi
Posted by : Unknown
Friday, February 21, 2014
SINOPSIS BUKU
Di tengah badai ketidakpastian dan guncangan kehidupan di dunia ini,
kembali kepada hal yang paling primordial atau fitrah adalah penting
bagi seorang Muslim. Di sini, religiositas dan juga spiritualitas seolah
menemukan kembali momentumnya. Hanya saja, sikap keberagamaan yang
selama ini dibungkus oleh ritus-ritus ibadah yang kering tanpa 'ruh'
menjadi tak ada artinya. Yang ada hanyalah ritualisme kosong yang bisa
menjebak pelakunya dalam simbolisme semata. Sebaliknya, spiritualisme
murni dengan mengesampingkan aspek syariat yang lebih luas juga hanya
akan menjadi wujud lain dari eskapisme di tengah ketidakberdayaan
menghadapi realitas. Dalam kondisi seperti ini, "ziarah ruhani" dalam
rangka "menghampiri Ilahi" dengan menempuh jalan eksoteris maupun
esoteris agama menjadi sangat signifikan. Sebab, hanya dengan kedekatan
kepada ilahi sajalah seluruh problem yang dihadapi akan bisa
diselesaikan dengan pertolongan-Nya. Untuk tujuan itulah buku ini hadir.
Dengan keluasan ilmunya yang mumpuni, Imam al-Ghazali kali ini mengajak kita untuk melakukan 'ziarah ruhani' yang dimaksud. Istilah 'ziarah ruhani' tidaklah dimaksudkan untuk menafikan aspek eksoteris agama, tetapi semata-mata agar apa yang kita lakukan berupa ekspresi lahiriah dari rutinitas keagamaan kita benar-benar produktif, bernilai, dan tidak kering, sehinggga diharapkan mampu mengantarkan diri kita menghampiri Allah, Sang Pencipta.
Buku ini sarat dengan paparan ihwal bagaimana seharusnya setiap individu Muslim mempraktikkan amalan-amalan lahiriah maupun batiniah. Penulisnya mengajak setiap pembaca untuk secara serius menjelajah setiap persoalan--mulai hal yang 'sederhana' seperti tobat yang benar, shalat yang khusyuk, zikir yang efektif, dan sebagainya hingga persoalan dan alam kubur, serta perjalanan ke alam akhirat. Persoalan-persoalan sosial-politik seperti amar-makrut nahi-munkar dan jihad juga tak luput dari bidikan al-Ghazali,
Dengan pembahasan yang seperti biasa cerdas, kreatif, dan sarat dengan muatan sufistik, buku ini sangat menyentuh kalbu dan menggugah kesadaran kemanusiaan yang paling dalam bagi pembacanya.
Dengan keluasan ilmunya yang mumpuni, Imam al-Ghazali kali ini mengajak kita untuk melakukan 'ziarah ruhani' yang dimaksud. Istilah 'ziarah ruhani' tidaklah dimaksudkan untuk menafikan aspek eksoteris agama, tetapi semata-mata agar apa yang kita lakukan berupa ekspresi lahiriah dari rutinitas keagamaan kita benar-benar produktif, bernilai, dan tidak kering, sehinggga diharapkan mampu mengantarkan diri kita menghampiri Allah, Sang Pencipta.
Buku ini sarat dengan paparan ihwal bagaimana seharusnya setiap individu Muslim mempraktikkan amalan-amalan lahiriah maupun batiniah. Penulisnya mengajak setiap pembaca untuk secara serius menjelajah setiap persoalan--mulai hal yang 'sederhana' seperti tobat yang benar, shalat yang khusyuk, zikir yang efektif, dan sebagainya hingga persoalan dan alam kubur, serta perjalanan ke alam akhirat. Persoalan-persoalan sosial-politik seperti amar-makrut nahi-munkar dan jihad juga tak luput dari bidikan al-Ghazali,
Dengan pembahasan yang seperti biasa cerdas, kreatif, dan sarat dengan muatan sufistik, buku ini sangat menyentuh kalbu dan menggugah kesadaran kemanusiaan yang paling dalam bagi pembacanya.
