Untaian Hikmah Untukku
Suaranya dan gayanya yang khas dalam menyampaikan
dakhwah membuatnya lebih dikenal juga sebagai Ustadz Gaul. Di balik
kepiawaiannya berdakwah, ternyata almarhum juga pandai membuat puisi dan
kata mutiara hikmah. Hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Namun,
berkat kesabaran dan kecintaan istrinya, Pipik Dian Irawati mengumpulkan
untaian puisi dan mutiara hikmah tersebut hingga tersusun menjadi
sebuah buku. Buku tersebut diberi judul "Untaian Hikmah untukku" sebagai kado hadiah ulang tahun Uje yang ke-40, dua pekan sebelum musibah kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Semua
adalah rahasia takdir Allah yang telah tertulis di Lauhul Mahfuzh.
Tidak ada hal yang lebih baik dari semua kejadian ini kecuali dengan
mengambil hikmahnya. Namanya masih akan terus dikenang karena
keharumannya menyiarkan agama Islam. Ia telah meninggalkan banyak
kenangan bagi orang-orang yang mengenalnya. Dan, tentu saja salah satu
dari peninggalannya ialah buku "Untaian Hikmah untukku" tersebut.
Bagi
Anda yang ingin mengenang almarhum melalui peninggalan limpahan mutiara
hikmahnya, Anda dapat memiliki bukunya karena telah diterbitkan Kawan
Pustaka. Di dalam buku ini Ustadz Uje mencurahkan kata hati, cahaya
iman, kesabaran, cinta, persahabatan, intropeksi, dan lain sebagainya
yang dapat Anda petik sebagai berlian untuk menghiasi hati.
Menyingkap Hati Menghampiri Ilahi
SINOPSIS BUKU
Di tengah badai ketidakpastian dan guncangan kehidupan di dunia ini,
kembali kepada hal yang paling primordial atau fitrah adalah penting
bagi seorang Muslim. Di sini, religiositas dan juga spiritualitas seolah
menemukan kembali momentumnya. Hanya saja, sikap keberagamaan yang
selama ini dibungkus oleh ritus-ritus ibadah yang kering tanpa 'ruh'
menjadi tak ada artinya. Yang ada hanyalah ritualisme kosong yang bisa
menjebak pelakunya dalam simbolisme semata. Sebaliknya, spiritualisme
murni dengan mengesampingkan aspek syariat yang lebih luas juga hanya
akan menjadi wujud lain dari eskapisme di tengah ketidakberdayaan
menghadapi realitas. Dalam kondisi seperti ini, "ziarah ruhani" dalam
rangka "menghampiri Ilahi" dengan menempuh jalan eksoteris maupun
esoteris agama menjadi sangat signifikan. Sebab, hanya dengan kedekatan
kepada ilahi sajalah seluruh problem yang dihadapi akan bisa
diselesaikan dengan pertolongan-Nya. Untuk tujuan itulah buku ini hadir.
Dengan keluasan ilmunya yang mumpuni, Imam al-Ghazali kali ini mengajak kita untuk melakukan 'ziarah ruhani' yang dimaksud. Istilah 'ziarah ruhani' tidaklah dimaksudkan untuk menafikan aspek eksoteris agama, tetapi semata-mata agar apa yang kita lakukan berupa ekspresi lahiriah dari rutinitas keagamaan kita benar-benar produktif, bernilai, dan tidak kering, sehinggga diharapkan mampu mengantarkan diri kita menghampiri Allah, Sang Pencipta.
Buku ini sarat dengan paparan ihwal bagaimana seharusnya setiap individu Muslim mempraktikkan amalan-amalan lahiriah maupun batiniah. Penulisnya mengajak setiap pembaca untuk secara serius menjelajah setiap persoalan--mulai hal yang 'sederhana' seperti tobat yang benar, shalat yang khusyuk, zikir yang efektif, dan sebagainya hingga persoalan dan alam kubur, serta perjalanan ke alam akhirat. Persoalan-persoalan sosial-politik seperti amar-makrut nahi-munkar dan jihad juga tak luput dari bidikan al-Ghazali,
Dengan pembahasan yang seperti biasa cerdas, kreatif, dan sarat dengan muatan sufistik, buku ini sangat menyentuh kalbu dan menggugah kesadaran kemanusiaan yang paling dalam bagi pembacanya.
Dengan keluasan ilmunya yang mumpuni, Imam al-Ghazali kali ini mengajak kita untuk melakukan 'ziarah ruhani' yang dimaksud. Istilah 'ziarah ruhani' tidaklah dimaksudkan untuk menafikan aspek eksoteris agama, tetapi semata-mata agar apa yang kita lakukan berupa ekspresi lahiriah dari rutinitas keagamaan kita benar-benar produktif, bernilai, dan tidak kering, sehinggga diharapkan mampu mengantarkan diri kita menghampiri Allah, Sang Pencipta.
Buku ini sarat dengan paparan ihwal bagaimana seharusnya setiap individu Muslim mempraktikkan amalan-amalan lahiriah maupun batiniah. Penulisnya mengajak setiap pembaca untuk secara serius menjelajah setiap persoalan--mulai hal yang 'sederhana' seperti tobat yang benar, shalat yang khusyuk, zikir yang efektif, dan sebagainya hingga persoalan dan alam kubur, serta perjalanan ke alam akhirat. Persoalan-persoalan sosial-politik seperti amar-makrut nahi-munkar dan jihad juga tak luput dari bidikan al-Ghazali,
Dengan pembahasan yang seperti biasa cerdas, kreatif, dan sarat dengan muatan sufistik, buku ini sangat menyentuh kalbu dan menggugah kesadaran kemanusiaan yang paling dalam bagi pembacanya.
Captain America : The Winter Soldier
Captain America: The Winter Soldier adalah sekuel dari Captain America: The First Avenger dan sebagai lanjutan dari The Avenger. Ini adalah Film ke Sembilan dalam Marvel Cinematic Universe. Yang akan rilis pada 4 April 2014. Chris Evans, Sebastian Stan, Scarlett Johansson, Cobie Smulders, Hayley Atwell, Toby Jones, Dominic Cooper dan Samuel L. Jackson kembali sebagai Steve Rogers, James Barnes, Natasha Romanoff, Maria Hill, Peggy Carter, Arnim Zola, Howard Stark dan Nick Fury. Film ini akan disutradarai oleh Russo Brothers.
SINOPSIS
Setelah peristiwa bencana di New York dengan The Avenger, Marvel. " Captain America : The Winter Soldier " menemukan Steve Rogers alias Captain America, hidup tenang di Washington DC dan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan dunia modern. Tapi ketika S.H.I.E.L.D diserang, Steve pun ikut terlibat dalam jaringan intrik yang mengancam untuk menempatkan dunia dalam bahaya. Bergabung dengan Black Widow, Captain America berjuang untuk mengekspos konspirasi yang semakin besar saat melawan pembunuh profesional yang dikirim untuk membungkamnya di setiap kesempatan. Ketika kejahatan mulai terungkap, Captain America dan Black Widow meminta bantuan dari sekutu baru, Falcon. Namun mereka dihadapkan dengan musuh yang tak terduga dan tangguh (The Winter Soldier








